The Reconstruction of Rumah Gadang - Nagari Sumpur

West Sumatra, 2014

Untuk mewujudkan Nagari Sumpur, khususnya Jorong Nagari, sebagai Kawasan Pusaka, telah dilaksanakan berbagai kegiatan untuk membangun kembali rumah gadang yang terkena musibah kebakaran pada tanggal 26 Mei 2013 lalu. Kebakaran tersebut telah menghanguskan 5 rumah gadang yang tidak bernilai harganya, karena rumah-rumah tersebut berusia diatas 100 tahun, dari 68 rumah yang telah didata.

Saat ini satu Rumah Gadang (RG) milik keluarga Etek Nuraini sedang dalam proses penyelesaian, dimana pada tanggal 28 September 2014 yang lalu telah dilakukan prosesi Manaikan (Naik) Rumah. Upacara adat ini merupakan rangkaian dari beberapa prosesi lainnya seperti Batagak Tunggak Tuo di tanggal 20 April 2014 dan Duduk Basamo pada tanggal 15 Juli 2013.

Prosesi Batagak Tunggak Tuo yang berbasis kearifan budaya setempat ini diawali dengan rapat adat, memilih dan menebang serta maelo kayu dari rimbo, mancacah tonggak, managakkan tonggak tuo dan pidato adat oleh Niniak Mamak Suku Panyalai dilakukan untuk mengawali pembangunan kembali RG yang terbakar.

Pada saat ini juga sudah disepakati untuk membangun rumah gadang ke dua yaitu Rumah Etek Siti Fatimah yang didukung oleh donatur dan perantau serta sahabat Sumpur. Secara bersamaan kedua kegiatan ini akan dilaksanakan yaitu, pertama peresmian Rumah Gadang Etek Nuraini, dan kedua Batagak Tonggak Tuo RumahGadang Siti Fatimah.

Selain itu, kegiatan ini akan disemarakkan juga oleh Heritage Trail Pusaka Sumpur, Pagelaran Kesenian Anak Nagari, Diskusi Pembangunan Rumah Gadang, serta Prosesi Peresmian dan Batagak Tonggak Tuo. Dengan demikian usaha untuk membangun dan merevitalisasi Kawasan Pusaka ini secara perlahan akan terwujud.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Wadah Kampuang Minang Nagari Sumpur (KMNS), di dukung oleh Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI), Pusat Studi Konservasi Arsitektur (PUSAKA) Universitas Bung Hatta, Yayasan Tirto Utomo, Yayasan Rumah Asuh, Keluarga Laksamana Sukardi, Ikatan Keluarga Sumpur (IKES), Gerakan Sumpur Memanggil, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dan Provinsi Sumatera Barat.


Kegiatan ini merupakan inisiatif dari Jurusan Arsitektur Universitas Bung Hatta (UBH) Padang pimpinan Prof Eko Alvarez, dan didukung sepenuhnya oleh Yayasan Tirto Utomo, Keluarga Laksamana Sukardi, BPPI, dan Rumah Asuh dgn melibatkan mahasiswa, komunitas dan masyarakat setempat.